Sri Mulyani Tekankan Pentingnya Medsos Untuk Sampaikan Uang Rakyat

JawaPos.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyampaian informasi khususnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Apalagi, anggaran dalam APBN merupakan uang rakyat yang berasal dari pajak.

“Saya katakan bahwa APBN itu uang kita (rakyat, Red).  Perlu tau dari mana uang itu diperoleh. Ini bagian dari UUD rakyat berhak dapat informasi dan ini akuntabilitas. Cara menjangkau masyrakat,” ujarnya di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (5/12).

Ia menceritakan, 10 tahun lalu media sosial tidak semenarik dengan saat ini. Dulu, kata dia, masyarakat cenderung mendapat informasi hanya dari media cetak, televisi dan online. Untuk nama terakhir, masyarakat juga masih jarang mengaksesnya pada masa itu.

“Kita punya website tapi dulu ga advance seperti sekarang. Kemudian saya ke Bank Dunia, mereka menggunakan sosmed seperti facebook, twitter sampai Linked in. Waktu balik lagi ke Kemenkeu, saya lihat biro komunikasi, ternyata selama ini (komunikasinya) ke protokol pertemuan dengan DPR, media editor, dan pimred,” jelasnya.

Dengan perubahan itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menilai pola pencarian informasi masyarakat sudah berubah. Ia menilai saat ini media sosial menjadi kemudahan akses bagi mereka dalam mencari informasi di sektor keuangan.

“Dulu masyarakat datang ke Kemenkeu untuk dapat informasi APBN. Sekarang tidak. Caranya bisa diprenstasikan di Instagram. Karena masyarakat sensiftif soal belanja utang,” katanya.

“Kompetisi dengan pihak-pihak yang tidak ingin sampaikan informasi dengan benar. Makannya kami buat konten-konten yang menarik,” tegas Sri Mulyani.

(hap/JPC)