Pertemuan Trump dan Xi Jin Ping di G20 Bantu Penguatan Rupiah

JawaPos.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) di akhir bulan ini masih ada ruang untuk melanjutkan perjalanannya di zona hijau seiring masih adanya sentimen positif dari dalam negeri.

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, meskipun demikian, kenaikan tersebut juga akan dibarengi dengan perkiraan kembali meningkatnya USD jelang pertemuan G20 Summit yang akan mempertemukan antara Presiden Xi dan Presiden Trump untuk membahas kesepakatan dagang diantara keduanya.

“Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.385-14.370,” ujarnya Jumat (30/11).

Reza menjelaskan, laju Rupiah mampu kembali mengalami kenaikan setelah merespon pergerakan USD yang melandai. Adanya komentar The Fed terkait dengan arah suku bunga yang cenderung netral membuat kenaikan USD tertahan sehingga memberikan kesempatan pada Rupiah untuk berbalik menguat.

Di sisi lain, lanjutnya, masih adanya imbas dari pernyataan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo yang menyampaikan bahwa prospek ekonomi Indonesia akan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 diperkirakan tetap meningkat hingga mencapai kisaran 5,0-5,4 persen. Inflasi 2019 tetap terkendali pada kisaran sasaran 3,5+1 persen hingga harapan optimisme lainnya turut menambah sentimen positif pada Rupiah.

“Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” tandasnya.

(mys/JPC)