Komentar Bos The Fed Picu Dolar Turun Tahta, Rupiah Makin Kuat

JawaPos.com – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih terkena imbas angin segar dari  pernyataan Ketua Dewan Gubernur Jerome Powell yang bernada dovish sangat membebani Dolar AS.

Mengutip yahoofinance, saat ini Rupiah masih menguat di level 14.350 per dolar AS.

Analis pasar uang Forex Time Lukman Otunuga menyampaikan, komentar Powell yang mengatakan suku bunga sedikit di bawah ekspektasi rentang netral kemungkinan besar memicu spekulasi bahwa Fed akan menghentikan dulu kenaikan suku bunga di tahun depan. 

“Ekspektasi investor mengenai kenaikan suku bunga setelah Desember menurun, sehingga Dolar mengalami penurunan lebih lanjut di jangka pendek,” ujarnya Jumat (30/11).

Menurutnya, berkurangnya kekhawatiran mengenai arus keluar modal karena Dolar yang melemah adalah perkembangan positif bagi negara berkembang. Mata uang pasar berkembang termasuk Rupiah akan paling diuntungkan oleh depresiasi Dolar kedepannya.

“Dari aspek teknikal, USDIDR bergerak kembali menuju 14300 karena Dolar melemah.

Lukman menegaskan, saat ini Dolar turun tahta sejak Rabu kemarin karena komentar dovish dari Powell memicu investor untuk mengevaluasi kembali ekspektasi kenaikan suku bunga.

 “Perlu diperhatikan bahwa salah satu penggerak utama di balik apresiasi Dolar yang fantastis dalam beberapa bulan terakhir adalah spekulasi kenaikan suku bunga. Investor kini hanya memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga lagi di 2019, sehingga bulls terancam kehilangan kehebatannya,” tuturnya.

Perhatian investor akan tertuju pada hasil rapat Fed yang kemungkinan besar mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga di bulan Desember. Hasil rapat ini akan sangat diperhatikan untuk mencari isyarat lebih lanjut seputar rencana kenaikan suku bunga Fed di tahun 2019. 

“Apabila hasil rapat bernuansa dovish seperti pernyataan Powell, maka Dolar mungkin dalam masalah,” tandasnya.

(mys/JPC)