404 Fintech Ilegal Ditutup, Mata Rantai Aliran Dana Diputuh OJK

JawaPos.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menghentikan kegiatan sejumlah 404 fintech P2P ilegal melalui Satgas Waspada Investasi (SWI). OJK melakukan sejumlah tindakan untuk memutus mata rantai aliran dana.

Sesuai dengan POJK 77/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, OJK mengawasi penyelenggara P2P yang berstatus terdaftar atau berizin dan hingga 12 Desember 2018 telah mencapai 78 penyelenggara. 

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan penyelenggara P2P yang tidak terdaftar atau berizin di OJK dikategorikan sebagai P2P ilegal. OJK mengingatkan bahwa keberadaan P2P ilegal tidak dalam pengawasan pihak manapun, sehingga transaksi dengan pihak P2P ilegal sangat berisiko tinggi bagi para penggunanya.

“OJK melarang penyelenggara P2P legal mengakses daftar kontak, berkas gambar dan informasi pribadi dari smartphone pengguna P2P serta wajib memenuhi seluruh ketentuan POJK 77/2016 dan POJK 18/2018 mengenai Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan,” jelasnya di Kantor OJK, Jakarta, Rabu (12/12).

Adapun, selain memberhentikan 404 P2P ilegal, OJK juga telah melakukan tindakan tegas berupa:

1. Mengumumkan ke masyarakat nama-nama P2P ilegal

2. Memutus akses keuangan P2P ilegal pada perbankan dan fintech payment system bekerjasama dengan Bank Indonesia

3. Mengajukan blokir website dan aplikasi secara rutin kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

4. Menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum.

(uji/JPC)

Tingkatkan Kualitas, Aplikasi SunFish Go Ganti Nama Jadi GreatDay HR

JawaPos.com – Perusahaan pengembang aplikasi yang berfokus pada karyawan human resources (HR) mobile SunFish Go, resmi mengubah nama atau mereknya menjadi GreatDay HR. Jaminan itu diberikan oleh PT People Intelligence Indonesia (PII), selaku pengembang dari aplikasi GreatDay HR. Sebelumnya aplikasi berada di bawah kendali DataOn (PT Indodev Niaga Internet).

CEO DataOn dan GreatDay Gordon Enns menjelaskan, GreatDay HR merupakan aplikasi mobile karyawan yang selain bisa berintegrasi dengan SunFish HR, juga merupakan aplikasi mobile yang dapat berfungsi sendiri. Solusi ini bisa membantu perusahaan kecil hingga menengah tanpa memerlukan sistem manajemen sumber daya manusia (HR systems) lainnya. 

Menurutnya, saat ini aplikasi mobile telah menjadi cara yang umum digunakan untuk berinteraksi dengan sebagian besar aplikasi software lainnya. Namun demikian, sistem bisnis cenderung lambat berevolusi, sehingga masih banyak karyawan berinteraksi dengan sistem bisnis yang berteknologi kuno. 

Karyawan dapat dengan mudah mengelola data sumber daya manusianya, melaporkan kehadiran, mengajukan cuti, melihat slip gaji, mengajukan klaim penggantian biaya, dan hal-hal yang berkaitan dengan sumber daya manusia. 

Semua pengguna menerima informasi termasuk permintaan yang membutuhkan persetujuan mereka, pengumuman perusahaan, pengingat tentang status kehadiran mereka atau status karyawan mereka dan juga posting media sosial secara internal.

“GreatDay mendukung sistem operasional HR yang juga sudah dilengkapi dengan direktori perusahaan dan penjadwalan bersama. Di samping itu juga bisa mem-posting media dan mengikuti posting orang lain di perusahaan tersebut,” ujarnya seperti diberitakan, Rabu (12/12).

Enns mengatakan lebih jauh, dalam mendukung komunikasi yang lebih baik, berbagai konsep media sosial terintegrasi di dalam GreatDay. Pengelolaan tugas, penelusuran aktivitas, dan umpan-balik berkelanjutan yang memungkinkan komunikasi menjadi lebih terstruktur, dan menghasilkan data yang dapat diakumulasi menjadi sebuah dasar untuk social performance management.

Bersamaan terbentuknya brand dan perusahaan baru, GreatDay HR juga mengumumkan adanya kesepakatan investasi awal pre series A senilai US$ 2,5 juta yang diprakarsai oleh investor berbasis di Korea Selatan, Otium Ventures, dan juga beberapa investor strategis lainnya yang berasal dari Indonesia dan Thailand.

Saat peluncuran GreatDay HR telah memiliki lebih dari 120.000 pengguna di 80 perusahaan di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina. 

Sebagai informasi, didirikan oleh PT Indodev Niaga Internet pada 1999, solusi SunFish HR DataOn telah mendukung lebih dari 1,2 juta karyawan di lebih dari 2.000 perusahaan di 35 negara. GreatDay sendiri saat ini berbasis di Singapura sebagai Publica Holding Pte. Ltd dan Indonesia sebagai PT People Intellegence Indonesia.

(mys/JPC)

Banyak Kepala Daerah Jadi Pasien KPK, Sri Mulyani: Nuraninya Mati!

JawaPos.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyayangkan banyak kepala daerah yang menjadi pasien Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasusnya tidak jauh dari penyelewengan anggaran demi keuntungan pribadi.

“Berapa jumlah kepala daerah yg sudah ditangkap KPK, 111 kepala daerah rasanya nggak cukup membuat jera. Dibilangnya itu sial saja. Artinya nuraninya sudah mati,” ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (10/12).

Menurutnya, anggaran yang diberikan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke daerah, merupakan amanah untuk diberikan kepada rakyat melalui berbagai pembangunan maupun kebijakan lainnya. Namun, uang itu malah diselewengkan demi kas pribadi.

“Pikiran dan hatinya sudah sama sekali tidak memikrkan masyarakat. Itu sangat menyakitkan. Saya berharap inspektur daerah seharusnya makin diperkuat dan efektif dalam mengawasi dan membimbing agar sumber daya bisa digunakan betul-betul untuk kesejahteraan,” jelasnya.

Oleh karena itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini berpesan agar para kepala daerah bisa bekerja sama dengan baik, salah satunya dengan menggunakan anggaran dengan baik dan tepat sasaran. Apalagi, Indonesia akan memasuki tahun politik pada 2019 mendatang Daftar Poker.

“Pada 2019 yang tinggal beberapa minggu lagi adalah tahun di mana tantangan tidak makin mudah. Ada tahun politik. Tapi di luar masalah siklus politik, kondisi ekonomi juga harus kita antisipasi kita hadapi dengan baik karena kondisinya tidak statis. Di sinilah letak kerja sama daerah dan pusat jadi penting,” ungkapnya.

“Saya tutup dengan ini, yakinkan apabila masyarakat kita makin makmur dan sejahtera, pasti ASN akan makin kuat. Jadi jangan menghisap dan jangan mengurangi hak masyarakat karena itu spt anda memakan telur anda sendiri,” pungkasnya.

(hap/JPC)

Kinerja Positif, Saham Siloam Naik 33 persen Dalam Satu Bulan

JawaPos.com – Pemegang saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) di akhir tahun ini boleh jadi sumringah. Saham SILO dalam kurun waktu satu bulan terakhir tercatat naik 33 persen.

Kinerja ciamik tersebut, menjadi bukti, sebagai perusahaan healthcare terbesar di Indonesia, Siloam telah berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kinerja positif, yang tercermin dari pergerakan saham, juga merupakan bukti nyata kinerja bisnis perusahaan dirasakan langsung seluruh stakeholders.

Pada Kuartal I-III 2018, meraih pertumbuhan Gross Operating Revenue (GOR) dan Net Operating Revenue (NOR) yang meningkat masing-masing sebanyak 13 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Pertumbuhan pendapatan dari rawat inap, rawat jalan, dan kunjungan Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan beberapa faktor operasional yang mendukung hal tersebut. Pada tahun lalu, jumlah kedatangan pasien naik 17,16 persen.

Pertumbuhan GOR & NOR masing-masing 13 persen pada Kuartal III-2018 membuktikan, perusahaan tumbuh secara positif secara finansial. Pertumbuhan EBITDAR & EBITDA yang terus meningkat didukung oleh hasil operasional yang stabil.

Tercatat tiga rumah sakit baru di jaringan Siloam Hospitals Group telah diresmikan pada tahun ini, yaitu Siloam Silampari di Lubuklinggau, Siloam Hospitals Jember, dan Siloam Hospitals Semarang.

CEO Siloam Hospitals Group Caroline Riady menjelaskan, agar kinerja semakin positif, SILO juga mengembangkan kemampuan intelektual dengan berinvestasi pada sumber daya manusia yang handal, teknologi baru, termasuk sistem informasi yang canggih serta sistem manajemen operasional yang inovatif. Antara lain membuka Siloam Training Center (STC), fasilitas pusat pelatihan yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan Indonesia.

STC menyediakan program pelatihan yang didukung oleh fasilitas ruang kelas memadai, pengajar yang kompeten, serta materi pelatihan berdasarkan evidence-based practice dan pelatihan kurikulum standar oleh PPSDM Kemenkes RI.

Keberadaan STC tidak hanya berdampak pada standar pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals Group, tetapi juga turut mendukung pelayanan kesehatan yang bermutu di seluruh Indonesia.

CEO Lippo Grup Mochtar Riady mengatakan, saat ini layanan kesehatan telah menjadi prioritas dalam agenda pembangunan nasional di Indonesia. Masyarakat pun semakin membutuhkan peralatan medis yang canggih dan standar layanan kesehatan yang tinggi seiring dengan perkembangan dan pergerakan populasi.

“Sejalan dengan visi Siloam dan sebagai wujud komitmen terhadap industri kesehatan di Indonesia, Siloam terus membangun dan membuka rumah sakit di daerah-daerah baru dan memberikan layanan kesehatan profesional berstandar internasional”.

(srs/JPC)

Respons Sri Mulyani Saat Prabowo-Sandi Ogah Utang Untuk Infrastruktur

JawaPos.com – Pasangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno dalam kampanyenya berjanji untuk membangun infrastruktur tanpa utang bila terpilih sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani  mengapresiasi fokus pembahasan utang yang selalu disampaikan oleh Prabowo-Sandi. Menurut dia, setiap pemerintahan selalu punya keinginan untuk menciptakan perekonomian dan keuangan negara yang sehat dan kredibel.

Diungkapkan bahwa  Presiden Jokowi juga punya komitmen kuat untuk menekan defisit dalam menciptakan perekonomian dan keuangan yang sehat. “(Hasilnya) Defisit kita sekarang makin turun, primary balance kita (juga) sudah nol,” ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (10/12).

Respons Sri Mulyani Saat Prabowo-Sandi Ogah Utang Untuk InfrastrukturIlustrasi pembangunan infrastruktur yang digiatkan era Pemerintahan Jokowi-JK (DOK.JAWAPOS.COM)

Ditambahkan, kalau Pak Prabowo sebagai kontestan juga memiliki komitmen seperti itu, berarti juga akan meningkatkan confidence terhadap ekonomi Indonesia. “Itu artinya Indonesia memiliki kandidat Presiden yang semuanya menginginkan APBN-nya sehat dan sustainable,” tambahnya.

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, setiap pemerintahan punya cara masing-masing dalam mengoptimalkan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur. Sekuritisasi misalnya, proyek infrastuktur. Dengan mekanisme ini maka BUMN bahkan Pemda yang memiliki infrastruktur bisa di sekuritisasi melalui pasar modal.

Manfaatnya, BUMN atau Pemda bisa mendapatkan dana segar hasil sekuritisasi yang bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastuktur lainnya tanpa harus berutang.

Kemudian ada pendanaan dari APBN, APBD, Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), hingga yang teranyar yakni Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA). Pembangunan dengan 4 mekanisme tersebut merupakan equity financing. Artinya anggarannya tidak menggunakan utang.

“Kita bisa dapatkan dana baru yang dilakukan bersama-sama OJK, BUMN, ataupun pemerintah daerah kalau mereka punya infrastruktur bagus bisa saja dibawa ke pasar modal untuk menghimpun dana berdasarkan infrastrukturnya tersebut. Mekanisme seperti itu terus kita sempurnakan, sehingga siapapun nanti bisa menggunakannya,” pungkasnya.

(hap/JPC)

Hore! Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi USD 117,2 M di November 2018

JawaPos.com – Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat USD 117,2 miliar pada November 2018. Angka ini tumbuh dibandingkan dengan bulan sebelUmnya yang tercatat sebesar USD 115,2 miliar.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” Demikian bunyi pernyataan Bank Indonesia (BI) seperti dikutip JawaPos.com dari laman resminya, Sabtu (8/12).

Peningkatan cadangan devisa pada November 2018 terutama berasal dari penerimaan devisa migas, penarikan utang luar negeri (ULN) pemerintah, dan penerimaan devisa lainnya yang lebih besar dari kebutuhan devisa untuk pembayaran ULN pemerintah.

Peningkatan cadangan devisa juga sejalan dengan penguatan rupiah dalam beberapa pekan terakhir yang mampu kembali ke angka Rp 14 ribuan dari sebelumnya hampir menyentuh Rp 15.500 per USD.

“Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif,” ungkapnya.

(hap/JPC)

Komentar Sri Mulyani Soal Naiknya Cadangan Devisa Jelang Akhir Tahun

JawaPos.com – Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat USD 117,2 miliar pada November 2018. Angka ini tumbuh dibandingkan dengan bulan sebelUmnya yang tercatat sebesar USD 115,2 miliar.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ada dinamika global yang perlu diwaspadai pada akhir tahun ini. kondisi itu perlu antisipasi pemerintah agar tidak ikut terdampak terhadap cadangan devisa maupun perekonomian dalam negeri.

“Pada akhir tahun ini kan sebetulnya banyak dinamika global, banyak sekali keputusan-keputusan akan dibuat pada tingkat korporasi maupun kebijakan (suatu negara). Jadi kita mengantisipasi pada seluruh itu,” ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (7/12) malam.

“(Intinya) Kita akan tetap memperhatikan dan terus bereaksi secara berhati-hati terhadap perubahan yang ada,” sambungnya.

Perihal potensi pertumbuhan cadangan devisa di akhir tahun, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini enggan berspekulasi. Menurutnya, fundamental perekonomian Indonesia adalah hal terpenting.

“Saya enggak mau berspekulasi, kita lihat saja. Faktor fundamentalnya yang terpenting kita perkuat,” pungkasnya.

(hap/JPC)

Tetap Moncer, Asuransi Jiwa Gaet Premi Rp 140,94 T Hingga Q-III 2018

Tetap Moncer, Asuransi Jiwa Gaet Premi Rp 140,94 T di Kuartal III 2018
Pendapat Premi Asuransi Jiwa Capai Rp 140,94 Triliun di Kuartal III 2018

JawaPos.com – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan pendapatan premi asuransi jiwa Rp 140,94 triliun hingga kuartal III-2018 atau meningkat tipis 1,2 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu diperiode yang sama yakni Rp 139,27 triliun.

Ketua Bersama AAJI Wiroyo Karsono mengatakan, total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak atas total pendapatan industri asuransi jiwa, yakni sebesar 94 persen.

Adapun total pendapatan (income), pertumbuhan industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 tercatat mencapai Rp 149,87 triliun atau mengalami perlambatan 15,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 yang sebesar Rp 177,42 triliun.

Secara keseluruhan walaupun Total Pendapatan Industri asuransi jiwa mencatat perlambatan sebesar 15,5 persen, namun pertumbuhan premi dan Total Klaim dan Manfaat yang Dibayarkan meningkat masing‐masing 1,2 persen dan 6,7 persen.

“Hal ini memberikan gambaran kinerja industri asuransi jiwa yang tetap tumbuh sampai dengan kuartal III-2018,” ujarnya di Jakarta, Jumat (7/12).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, total pendapatan premi asuransi jiwa yang mencapai Rp 140,94 triliun, didorong oleh bertumbuhnya total premi bisnis baru, yang meningkat sebesar 6,4 persen menjadi Rp 89,58 triliun dan berkontribusi sebesar 63,6 persen terhadap total premi.

“Ini lebih besar dibandingkan kontribusi Total Premi Lanjutan yang nilainya mengalami penurunan 6,8 persen menjadi Rp 51,36 triliun, dan berkontribusi sebesar 36,4 persen,” ungkapnya.

Ia menambahkan, produk unit link masih mendorong pertumbuhan total pendapatan premi dengan kontribusi sebesar 58,4 persen dan produk tradisional menyumbang sebesar 41,6 persen. Premi dari saluran distribusi Keagenan turut mengalami pertumbuhan sebesar 6,2 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 dan memiliki kontribusi terhadap total premi sebesar 39,7 persen

Selanjutnya, dari saluran distribusi alternatif pun turut mengalami peningkatan sebesar 2,5 persen yang berkontribusi sebesar 18,3 persen terhadap total premi di kuartal ketiga 2018.

Selain itu, total Investasi pada kuartal ketiga 2018, mengalami perlambatan 0,02 persen menjadi Rp 457,55 triliun dibandingkan dengan periode yang sama di 2017. Penurunan tersebut sehubungan dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif. Namun demikian, Total Investasi tetap mengalami kenaikan sebesar 2,6 persen dibanding kuartal kedua 2018.

Instrumen investasi dalam bentuk reksadana tetap menjadi kontributor tertinggi yaitu sebesar 33,3 persen dari total investasi industri asuransi jiwa di Indonesia. Disusul instrumen investasi dari Saham dengan kontribusi terhadap Total Investasi sebesar 32,4 persen dan mengalami kenaikan sebesar 11,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Industri asuransi jiwa terus tumbuh dan memiliki peran yang signifikan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Industri Asuransi Jiwa juga mengalami perkembangan yang progresif, dan terus meningkatkan pelayanan kepada para nasabah,” pungkasnya.

(hap/JPC)

Per 30 November, Penerimaan Perpajakan Capai Rp 1.301 Triliun

JawaPos.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, hingga 30 November 2018 penerimaan perpajakan mencapai Rp 1.301,4 triliun. Angka ini tumbuh 15,3 persen dibandingkan periode yang sama di 2017 yang hanya sebesar Rp 1.129,1 triliun. persen.

“Secara total penerimaan kita tumbuhnya 15,3 persen untuk perpajakan. Atau kita sudah mengumpulkan Rp 1.301 triliun atau 80 persen dari total penerimaan yang dianggarkan (asumsi di APBN),” jelas Sri Mulyani di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12).

Dia menjelaskan, untuk PPh migas, realisasi hingga 30 November 2018 sebesar Rp 59,8 triliun atau tumbuh 26,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini didorong oleh kenaikan harga minyak dunia.

“Penerimaan perpajakan kita penerimaannya cukup menggembirakan. Dengan harga minyak yang bagus dan dengan kurs tentunya, penerimaan untuk pph migas bahkan pertumbuhannya mencapai 26,7 persen atau kita telah menerima 156 persen dari yang dianggarkan. Dari Rp 38 triliun, kita sudah mengumpulkan hampir Rp 60 triliun sekarang,” jelasnya.

Untuk kategori pajak nonmigas, lanjut dia, hingga 30 November 2018 telah mencapai Rp 1.076,8 triliun atau tumbuh 14,8 persen. Angka ini sebesar 77,7 persen dari target dalam APBN yang sebesar Rp 1.385,9 triliun.

“Untuk pajak nonmigas, ini menggambarkan denyut ekonomi kita yang tidak terpengaruh dari migas, itu pun pertumbuhannya tinggi, 14,8 persen, jauh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,1 persen. Kalaupun ditambah inflasi, dia juga lebih tinggi. Ini menggambarkan bahwa kita tax rasio kita menjadi lebih tinggi, karena size GDP naik hanya 8 persen, tapi pajak naik mendekati 15 persen. Maka tax rasio kita akan lebih baik,” kata Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Dari pajak nonmigas ini, penerimaan PPh nonmigas mencapai sebesar Rp 591,6 triliun atau naik 15 persen, pajak pertambahan nilai (PPN) Rp 459,9 triliun atau naik 14,1 persen, pajak bumi dan bangunan (PBB) Rp 18,7 triliun atau naik 28 persen dan pajak lainnya sebesar Rp 6,6 triliun atau naik 7,9 persen.

“PPh nonmigas tumbuhnya 15 persen dan PPN masih tumbuh di 14,1 persen. Mungkin kalau PBB tidak terlalu karena volatile pertumbuhannya. Yang paling penting PPh nonmigas dan PPN yang menggambarkan kegiatan ekonomi nasional kita,” kata dia.

Sedangkan dari sisi Bea dan Cukai, lanjutnya juga menunjukkan pertumbuhan yang positif. Secara total, penerimaan dari kepabeanan dan cukai hingga 30 November 2018 sebesar Rp 164,8 triliun atau naik 14,7 persen. 

Secara rincin, untuk cukai sebesar Rp 123,3 triliun atau tumbuh 13,2 persen, bea masuk sebesar Rp 35,4 triliun atau tumbuh 13,1 persen dan bea keluar Rp 6,2 triliun atau tumbuh 76,2 persen.

“Kepabeanan dan cukai juga sangat positif. Keseluruhan penerimaan 14,7 persen pertumbuhannya. Cukai tumbuh 13,2 persen, bea masuk 13,1 persen, bea keluar ini karena harga komoditas meningkat menyebabkan bea keluar meloncat ke 76 persen, dan kita sudah mengumpulkan dua kali lipat lebih dari yang dianggarkan. Tapi karena basisnya kecil sehingga tidak terlalu mempengaruhi. Tetapi bagi kinerja bea cukai ini sangat cukup positif,” pungkasnya.

(srs/JPC)

Sri Mulyani Tekankan Pentingnya Medsos Untuk Sampaikan Uang Rakyat

JawaPos.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyampaian informasi khususnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Apalagi, anggaran dalam APBN merupakan uang rakyat yang berasal dari pajak.

“Saya katakan bahwa APBN itu uang kita (rakyat, Red).  Perlu tau dari mana uang itu diperoleh. Ini bagian dari UUD rakyat berhak dapat informasi dan ini akuntabilitas. Cara menjangkau masyrakat,” ujarnya di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (5/12).

Ia menceritakan, 10 tahun lalu media sosial tidak semenarik dengan saat ini. Dulu, kata dia, masyarakat cenderung mendapat informasi hanya dari media cetak, televisi dan online. Untuk nama terakhir, masyarakat juga masih jarang mengaksesnya pada masa itu.

“Kita punya website tapi dulu ga advance seperti sekarang. Kemudian saya ke Bank Dunia, mereka menggunakan sosmed seperti facebook, twitter sampai Linked in. Waktu balik lagi ke Kemenkeu, saya lihat biro komunikasi, ternyata selama ini (komunikasinya) ke protokol pertemuan dengan DPR, media editor, dan pimred,” jelasnya.

Dengan perubahan itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menilai pola pencarian informasi masyarakat sudah berubah. Ia menilai saat ini media sosial menjadi kemudahan akses bagi mereka dalam mencari informasi di sektor keuangan.

“Dulu masyarakat datang ke Kemenkeu untuk dapat informasi APBN. Sekarang tidak. Caranya bisa diprenstasikan di Instagram. Karena masyarakat sensiftif soal belanja utang,” katanya.

“Kompetisi dengan pihak-pihak yang tidak ingin sampaikan informasi dengan benar. Makannya kami buat konten-konten yang menarik,” tegas Sri Mulyani.

(hap/JPC)

Dorong Kualitas SDM, Kemenkeu Tambah Beasiswa LPDP Rp 20 Triliun

JawaPos.com – Pemerintah serius dalam meningkatkan pengembangan sumber daya manusia (SDM), salah satunya melalui pendidikan. Pemberian beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjadi salah satu instrumennya yang bakal digenjot pemerintah.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani, mengatakan pemerintah menambah anggaran LPDP sebesar Rp 20 triliun pada 2019. Penambahan anggaran diharapkan akan meningkatkan kuota penerimaan beasiswa tersebut.

“LPDP akan ditingkatkan anggaran di 2019 untuk memperbesar jumlah siswa untuk mendapatkan pendidikan S2 dan S3. Tambahan bisa sampai Rp 20 triliun,” ujarnya di Bali, Rabu (5/12).

Pada tahun ini, LPDP menetapkan kuota penerima beasiswa mencapai 4 ribu orang dengan anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 35 triliun. Maka dari itu, tahun depan bisa dipastikan kuota ini akan bertambah.

Beasiswa LPDP terbagi ke dalam enam jenis, yaitu beasiswa Reguler, beasiswa Disertasi, beasiswa Dokter Spesialis, beasiswa Afirmasi, beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) dan program Co-Funding. Beasiswa afirmasi terdiri dari beasiswa Daerah Tertinggal, beasiswa Alumni Bidikmisi Berprestasi, beasiswa Individu Berprestasi dari Keluarga Miskin/Prasejahtera, beasiswa Prestasi Olahraga, Seni, Kebudayaan dan Keagamaan, beasiswa Penyandang Disabilitas, beasiswa PNS/TNI/POLRI, beasiswa Santri, beasiswa Prestasi Olimpiade Bidang Sains, Teknologi dan Keterampilan / Talent Scouting.

Selain anggaran LPDP, Askolani menambahkan pemerintah juga menambah sejumlah pos anggaran pendidikan. Di mana, dana pendidikan vokasi akan ditambah menjadi Rp 17 triliun dari tahun ini yang hanya Rp 10 triliun. Kemudian juga akan diprogramkan dana abadi untuk kepentingan riset yang saat ini sudah dipersiapkan sebesar Rp 900 miliar.

“Presiden juga minta PU percepat perbaikan sekolah dan universitas terutama yang berhubungan dengan agama dengan alokasi Rp 6 triliun,” pungkasnya

(srs/JPC)

Pemerintah: Pengangkatan Honorer Jadi PPPK Tak Bebankan Anggaran

JawaPos.com – Kemenkeu mendukung terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 terkait peluang seleksi dan pengangkatan tenaga honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Aturan tersebut mampu membawa angin segar bagi para tenaga honorer ini.

Kendati demikian, Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani menyakini kebijakan tersebut tidak akan berdampak besar pada beban anggaran karena harus mengeluarkan gaji yang lebih besar bagi para PPPK.

“PP 49, ini turunan dari UU ASN. Di mana dimungkinkan nanti pegawai honor untuk jadi PPPK. Kami dukung itu. Tapi kan kemungkinan penerimaannya tidak di penghujung 2018, tapi di awal 2019, paling cepat. Sekarang kan masih konsentrasi di CPNS,” ujar Askolani di Nusa Dua, Bali, Rabu (5/12).

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan, lanjutnya, mayoritas penerimaan calon PPPN ini akan dilakukan di daerah, bukan di tingkat pusat. Sehingga anggaran yang digunakan untuk mengaji pada PPPK itu nantinya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kita akan tahu berapa kemungkinan beban anggaran dari Pemda. Tapi kapan akan mulai diseleksi. Kalau ada beban anggaran maka mungkin tidak full, sebab sekarang kan sudah ada honorer. Ini sudah dibayar Pemda melalui APBD. Jadi bebanya tidak maksimal. Tapi yang jelas kalau dia jadi PPPK, maka take home pay dia akan lebih baik,” jelasnya.

Menurut Askolani, nantinya alokasi gaji untuk PPPK di daerah menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU). Untuk 2019, pemerintah juga telah menaikkan alokasi DAU untuk daerah.

“Dau di 2019 naik dibanding 2018. Ini salah satunya untuk belanja pegawai, jadi ada potensi itu dipakai. Bebannya berapa nanti kiuta lihat. Karena untuk diangkat jadi PPPK itu tidak sekaligus tetapi bertahap. Ini akan meringankan beban Pemda. Dan selama ini sudah di tanggung Pemda, jadi tidak kaget,” tegas Askolani.

Sementara untuk potensi pengangkatan PPPK di tingkat pusat, Askolani menyatakan pihaknya masih akan menunggu ketetapan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Namun dia menyatakan jika pemerintah telah memiliki dana cadangan untuk hal tersebut.

“Kita tunggu dari Menteri PANRB. Kan setelah PP-nya jadi, MenPAN akan susun strateginya. Beban untuk APBN kita belum tahu, tunggu dari MenPAN. Tapi cadangan selalu ada,” pungkasnya.

(srs/JPC)

Perjuangan Besar Pengusaha Bikin Rupiah di Bawah Rp 14 Ribu per USD

JawaPos.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memprediksi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) tahun depan akan mampu bergerak dibawah level Rp 14.000. Para pelaku pasar optimis lantaran melihat pergerakan yang positif belakangan ini.

Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani mengakui, tren kenaikan rupiah merupakan imbas dari faktor global dimana perkiraan harga minyak mentah dunia yang akan terus anjlok di 2019. Pasalnya, harga minyak mentah dunia jatuh hingga USD 50 per barel, setelah sebelumnya di atas USD 70 per barel.

“Kami meyakini kira-kira di Rp 13.800, karena kita melihat bahwa tren harga minyak dunia kemungkinan akan turun,” kata Haryadi di Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Rabu (5/12).

Selain itu, lanjutnya, para pengusaha akan berusaha melepaskan ketergantungannya terhadap Dolar AS di perdagangan internasional. Dengan cara mengonversi dengan mata uang mitra dagang utama lainnya, khususnya Tiongkok untuk ekspor maupun impor yang diharapkan mampu membuat rupiah lebih kuat lagi. 

“China itu total perdagangan kita adalah USD 60 miliar, di mana impornya USD 35 miliar, eskpornya USD 26 miliar. Jadi, kita meyakini bahwa kalau kita bisa konversi sampai dengan misalnya antara USD 20 miliar saja dari perdagangan dengan China, ini akan membuat efek yang sangat positif,” tuturnya.

Dengan dimulai dari Tiongkok, pihaknya berharap akan disambut juga oleh mitra dagang negara lain seperti Jepang dan Korea Selatan. “Kita juga berharap dari sektor keuangan akan merespons dengan penurunan suku bunga. Jadi, BI (Bank Indonesia) kita harapkan responsnya juga akan bagus,” pungkasnya.

(mys/JPC)

Capai Rp 5.397 T, Pemerintah Tak Tambah Utang Baru di Desember 2018

JawaPos.com – Pemerintah memastikan bakal menghentikan penarikan utang baru di Desember 2018. Hal ini untuk mengurangi beban kewajiban negara karena adanya utang baru.

“Desember sudah close penarikan utang,” ujar Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani di Nusa Dua, Bali, Rabu (5/12).

Menurutnya, tumbuhnya penerimaan pajak mencapai 16-17 persen menjadi salah satu aspek mampunya pemerintah tak lagi berutang di penghujung tahun. Penghentian penarikan utang baru ini, berdampak pada perkiraan defisit tahun ini yang di bawah 2 persen dari pendapatan domestik bruto. 

“Sejak 2013 kita selalu di atas 2 persen. Diperkirakan 2018 bisa 1,9 persen,” katanya.

Askolani berharap meningkatnya kualitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang ditunjukkan dengan optimalnya total penerimaan dan belanja serta menurunnya defisit, membuat peringkat utang Indonesia semakin baik.

“Meningkatnya rating Indonesia tentunya membuat biaya saat menarik utang ke depan menurun,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) kembali mengumumkan Utang Luar Negeri Indonesia baik pemerintah maupun swasta. Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan III-2018 sebesar USD 359,8 miliar atau sebesar Rp 5.397 triliun (kurs Rp 15.000).

ULN itu terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD 179,2 miliar, serta utang swasta termasuk BUMN sebesar USD 180,6 miliar.

(srs/JPC)

IHSG Lanjutkan Tren Menguat Jangka Pendek

JawaPos.com – Pasar saham Indonesia hari ini akan berupaya melanjutkan tren kenaikan kenaikan jangka pendek, setelah  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil menguat sebesar 1,03 persen ke level 6.118. 

“IHSG terlihat masih terus berusaha untuk melanjutkan kenaikan jangka pendek,” kata analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya di Jakarta, Selasa (4/12). 

Sementara itu, kata William, dalam jangka panjang laju IHSG masih tetap bertahan di jalur uptrend. “Hari ini IHSG berpotensi melaju naik,” imbuhnya. 

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor masih memiliki peluang untuk meraih capital gain dalam investasi jangka panjang. 

Lebih lanjut, dia menyatakan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 5.955, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada pada posisi 6.226. 

Dengan demikian, jelas dia, adanya peluang kenaikan lanjutan pada laju IHSG di perdagangan hari ini patut direspons para investor dengan membeli saham PWON, ASRI, BBCA, BBNI, SMRA, SRIL, MYOR, ICBP dan WTON.

(mys/JPC)

Perdamaian Dagang Masih Jadi Angin Segar Rupiah Berlanjut Menguat

JawaPos.com – Perdagangan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) masih memiliki optimisme untuk terus bergerak menguat lantaran imbas dari hawa segar  perdamaian dagang sementara antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Seperti diketahui, mengutip yahoofinance, rupiah saat ini dapat menguat hingga 14.235.

Perdamaian kedua negara maju tersebut yang diumumkan setelah pertemuan G-20 di Argentina akhir pekan lalu berperan positif mengangkat selera risiko investor global di awal pekan perdagangan baru ini.

Analis pasar uang Forex Time Jameel Ahmad mengatakan, peningkatan selera risiko terlihat di berbagai kelas aset di seluruh dunia, termasuk selera yang meningkat di pasar saham dan sejumlah mata uang pasar berkembang diuntungkan oleh peningkatan selera investor terhadap risiko yang lebih tinggi dalam portofolio mereka.

Semua mata uang di wilayah Asia Pasifik menguat terhadap Dolar, kecuali Rupee India yang melemah 0,6 persen pada saat laporan ini dituliskan karena data domestik gagal mencapai ekspektasi. 

Won Korea Selatan, yang sering digunakan sebagai gambaran mata uang Asia terkait selera risiko investor, menguat lebih dari 0,85 persen sementara Yuan China menguat hingga 0,7 persen. 

Reli ini terjadi di berbagai pasar berkembang regional dan kelas aset lainnya, termasuk Rand Afrika Selatan dan Peso Meksiko yang menguat lebih dari 1 persen karena optimisme tercapainya perdamaian dagang. 

“Rupiah menguat lebih dari 0,55 persen karena membaiknya selera risiko dan Dolar yang melemah. Indeks Harga Saham Gabungan juga bergabung dalam reli pasar global,” ujarnya seperti diberitakan Selasa (4/12).

Menurutnya, reli yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa walaupun ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok tampak seperti masalah bilateral antar dua negara, namun dua kekuatan ekonomi raksasa dunia ini memiliki pengaruh luar biasa terhadap optimisme pasar global. 

Harga minyak mentah WTI menguat lebih dari 5 persen di awal perdagangan hari Senin, dan ini sangat menggambarkan bahwa optimisme pasar global dan kekhawatiran mengenai ketegangan dagang mampu memengaruhi pasar komoditas. 

“Minyak sangat terpukul dalam beberapa pekan terakhir karena kekhawatiran tentang keadaan ekonomi global yang berasal dari ketegangan dagang mengakibatkan penurunan permintaan minyak. Apabila ada perbaikan lebih lanjut mengenai masalah ini, maka akan dianggap sebagai sinyal “beli” di pasar minyak,” tuturnya.

Jika masalah ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok semakin membaik, kata Jameel, maka ini berpotensi menimbulkan reli pasar yang kuat sebelum perdagangan ditutup di tahun 2018. 

“Pertanyaan utama yang perlu diketahui investor saat ini adalah seberapa lama perdamaian dagang ini dapat bertahan, dan apakah ada ruang untuk kemajuan lebih lanjut dalam negosiasi dagang antara AS-China dari perdamaian ini?,” tandasnya.

(mys/JPC)

Anabatic Technologies Anggarkan Capex 2019 Sebesar Rp 105 Miliar

JawaPos.com – Perusahaan teknologi PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2019 diperkirakan sama dengan tahun ini. Direktur Independen ATIC Hendra Halim mengatakan, perseroan akan menyiapkan dana investasi sekitar Rp 105 miliar tahun 2019.

“Kalau capex tahun ini itu sekitar Rp 105 miliar untuk investasi. Kalau untuk tahun depan masih akan kita bahas terlebih dahulu, kira-kira besarannya mirip dengan yang dianggarkan tahun 2018, sebesar Rp 105 miliar,” ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (4/12).

Hendra menjelaskan, dana tersebut akan dipergunakan unyuk pengembangan bisnis perusahaan pada tahun depan. Selain itu, dana juga sudah termasuk untuk mendukung rencana akuisisi perusahaan.

“Selain akuisisi, kita tetap fokus ke pengembangan pasar dan produk karena produk juga butuh investasi. Kalau tahun lalu itu, kita alokasiin sekitar 60 persen-70 persen dari dana capex untuk akuisisi,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur ATIC Adriansyah menambahkan, perusahaan masih akan fokus menawarkan produk dan jasa kepada para pelanggan melalui tiga lini bisnis utama yaitu Mission Critical Digital Solution (MCDC), Digital Enriched Outsourcing Service (DEOS) dan Cloud & Digital Platform Partner (CDPP).

Adapun strategi perusahaan untuk jangka menengah adalah mempertajam fokus bisnis dan meningkatkan kualitas produk dan jasa yang ditawarkan, menuju predikat sebagai perusahaan TI kelas dunia. “Penetrasi pasar global menjadi salah satu hal penting yang menjadi sasaran kami,” imbuhnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas portofolio produk perangkat lunak lokal buatan Anabatic menjadi salah satu fokus penting perusahaan di tahun ini. Selain itu. Anabatic juga memperkuat kemampuan SDM dan management proyek untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

“Kami juga terus meningkatkan penetrasi pasar regional dengan memperkuat pemasaran produk – produk Anabatic dalam hal branding dan channel ke negara Filipina, Malaysia, Singapura, dan Indochina,” tandasnya.

(mys/JPC)

Arus Modal Masuk, Rupiah Menguat, Begini Sikap Jokowi

JawaPos.com – Penguatan kurs rupiah terhadap dolar AS (USD) mendapat tanggapan dari Presiden Jokowi. Dia menilai, fenomena itu tak lepas dari berbagai upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi makro.

Upaya itu berdampak pada terjaganya kepercayaan pasar terhadap Indonesia. Imbasnya, kata Jokowi, arus modal asing mulai kembali masuk ke Indonesia. “Saya dengar capital inflow-nya sudah kembali masuk. Jangan kaget kalau nanti dolar turun terus,” katanya dalam CEO Networking 2018 di The Ritz-Carlton kemarin (3/12).

Rupiah memang menguat dalam beberapa waktu belakangan ini. Selama November lalu, rupiah menguat 6,3 persen. Tren tersebut meredakan tekanan yang sebelumnya terjadi dan menyeret mata uang garuda hingga nyaris menyentuh level 15.300 per USD.

Arus Modal Masuk, Rupiah Menguat, Begini Sikap JokowiIlustrasi: rupiah mulai menguat. (Issak Ramdhani/JawaPos.com)

Berkat penguatan yang kembali terjadi, pelemahan rupiah yang sebelumnya mencapai 12 persen bisa ditekan menjadi 5,24 persen sepanjang 2018 berjalan. Berdasar kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah kemarin bertengger di level 14.252. Sementara itu, berdasar data Bloomberg, rupiah kemarin berada di level 14.244.

Jokowi menuturkan, meski diguncang sentimen global, data menunjukkan kondisi makro Indonesia masih cukup baik. Indikasinya tecermin dari pertumbuhan ekonomi yang berada di atas 5 persen, inflasi di kisaran 3 persen, dan defisit APBN di bawah 2 persen. Hal itu menunjukkan bahwa pemerintah mengelola APBN secara hati-hati.

“Apa sih yang ingin kita bangun? Trust, kepercayaan. Bahwa kita mengelola fiskal secara hati-hati. Karena pengelolaan fiskal kita yang sangat hati-hati, prudent, itu menambah kepercayaan internasional,” ujarnya.

Mantan wali kota Solo itu menambahkan, satu-satunya titik kelemahan kondisi ekonomi Indonesia adalah defisit neraca transaksi berjalan alias currenct account deficit (CAD) 2,86 persen sepanjang kuartal I-III 2018. Hal itu disebabkan lebih besarnya nilai impor daripada ekspor.

Meski masih dalam batas aman 3 persen, Jokowi meminta para CEO membangun industrialisasi dan hilirisasi serta meninggalkan kebiasaan menjual komoditas hasil alam yang berupa bahan mentah. Cara itu diharapkan bisa mengurangi defisit CAD. Sebab, hal tersebut dapat menambah pasokan valuta asing (valas) sehingga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa lebih kuat.

Dia menjelaskan, ekspor bahan mentah tidak terlalu menguntungkan terhadap neraca perdagangan. Apalagi, bahan tersebut kemudian diimpor kembali dalam bentuk barang jadi yang sudah mempunyai nilai tambah (added value).

Mineral bauksit, misalnya. Setiap tahun Indonesia mengekspornya ke sejumlah negara. Namun, di sisi lain, pabrik aluminium di tanah air juga mengimpor alumina yang merupakan produk hilir bauksit. Akibatnya, rupiah bisa melemah lagi lantaran permintaan valas naik karena impor.

Padahal, kata Jokowi, jika membangun industri alumina, Indonesia tidak perlu melakukan impor. Dengan demikian, pengaruhnya terhadap defisit transaksi berjalan dan nilai tukar bisa diminimalkan.

Bukan hanya bauksit, masih banyak bahan mentah lain yang kerap dijual Indonesia. Misalnya, batu bara dan minyak sawit. “Kenapa tidak dilakukan hilirisasi itu? Karena kita keenakan yang namanya nyangkul, kirim, dapat uang. Ini harus dihentikan.”

Menurut dia, membangun industrialisasi dan hilirisasi bukanlah hal sulit. Jika teknologi di dalam negeri belum memungkinkan, pelaku usaha bisa membeli teknologi dari luar negeri. Bila memungkinkan, skema partnership juga bisa diambil. Toh, secara ekonomi itu juga menguntungkan. “Berapa tahun kita ekspor jutaan nikel dengan harga USD 30-an per ton. Dengan hilirisasi nikel, nilai tambahnya empat kali. Kita tahu ada value di situ, tapi enggak pernah kita lakukan,” ungkapnya.

Jokowi berharap ajakannya itu bisa ditindaklanjuti pelaku usaha. Adakah insentif dari pemerintah untuk merangsang perubahan tersebut? Dia menyebut sudah ada. “Kayak petrochemical, itu kan kami sudah berikan. Dari dulu tax holiday,” katanya.

Sementara itu, tren penguatan rupiah memang cukup baik dan dinilai minim dari intervensi Bank Indonesia (BI). Sebab, cadangan devisa pada Oktober lalu naik. September lalu cadangan devisa Indonesia USD 114,8 miliar. Kemudian, pada bulan berikutnya, cadangan devisa naik menjadi USD 115,2 miliar.

Arus modal asing yang masuk pun cukup besar. Akhir November lalu inflow di pasar surat berharga negara (SBN) mencapai Rp 34,25 triliun. Di pasar saham, inflow yang masuk Rp 12,2 triliun. Tak heran, indeks harga saham gabungan (IHSG) pun terus menguat hingga kemarin berada di level 6.118,32.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada menjelaskan, tren masuknya dana asing ke Indonesia ini melanjutkan pelemahan USD terhadap sejumlah mata uang global. Selain itu, ada efek dari sentimen positif hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Sebelumnya, dua pemimpin negara dengan kue ekonomi terbesar itu sepakat menghentikan perang dagang dengan menunda kebijakan kenaikan tarif bea masuk (BM) barang. Hal tersebut menjadi sinyal bahwa kekhawatiran perang dagang akan surut meski hanya sementara hingga kebijakan tersebut dievaluasi lagi tiga bulan mendatang.

Selain itu, menurut Reza, beberapa fund manager seperti Goldman Sachs dan Moody’s sempat membuat laporan bahwa kondisi pasar modal sedang bagus. Hal itu memicu investor untuk kembali masuk ke pasar.

“Namun, akankah ini bertahan lama hingga akhir tahun, balik lagi ke reaksi investor terhadap emiten dan sektoral usahanya. Apakah emiten kita akan banyak aksi korporasi tahun depan dan apakah ada peningkatan capex (capital expenditure, Red).”

Di samping itu, untuk pasar surat berharga, potensi aliran dana masuk masih akan bergantung pada langkah pemerintah dan BI untuk membuat investor nyaman. Baik dari sisi suku bunga BI 7-days reverse repo rate (BI 7-DRRR) maupun kepastian dalam kemudahan berinvestasi. Juga, kinerja dan prospek indikator-indikator makroekonomi seperti defisit fiskal serta pertumbuhan ekonomi.

Hal senada disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dia menyatakan, pertemuan Trump dengan Jinping memberikan angin segar dalam menghadapi ekonomi global tahun depan. “Paling tidak, ini memberi waktu 90 hari bagi kedua pihak untuk melihat aspek kesepakatan yang bisa menenangkan di awal tahun,” kata Ani, sapaan akrab Sri Mulyani.

Menurut dia, selama ini isu perang dagang telah membuat ekonomi global diliputi ketidakpastian. Setidaknya, dalam jangka pendek, ketidakpastian tersebut akan berkurang. 

(far/rin/c5/agm)

Rugi Kurs Rp 16 miliar, Anabatic Technologies Tempuh Langkah Ini

JawaPos.com – PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) mengaku, sepanjang tahun ini perusahaan mencatat kerugian kurs hingga sebesar Rp 16 miliar. Pasalnya, pihaknya menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) untuk membeli sebagian barang yang merupakan produk impor.

Direktur ATIC Hendra Halim mengatakan, sehingga pihaknya berencana untuk menghapus seluruh utang berdenominasi dolar AS untuk menghindari peningkatan rugi kurs di 2019. Sebab, pihaknya memperkirakan masih ada ketidakpastian fluktuasi nilai tukar rupiah.

“Pada 2018 ini kami masih mempunyai utang dolar AS, maka tahun ini juga akan kami lunasi. Sehingga, tahun depan tidak mempunyai utang dolar lagi,” ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (4/12).

Rugi Kurs Rp 16 miliar, Anabatic Technologies Tempuh Langkah IniIlustrasi mata uang Dolar AS dan Rupiah ()

Menurutnya, pelunasan utang tersebut terkait dengan proyeksi perseroan yang menyimpulkan bahwa pada tahun depan akan berlanjut kondisi ketidakpastian pergerakan rupiah terhadap dolar AS.

“Tahun depan masih ada ketidakpastian mata uang,” imbuhnya.

Lebih jauh, Hendra mengungkapkan, pelunasan utang ATIC akan memanfaatkan dana dari hasil penerbitan obligasi maupun kas internal.

“Kami kemarin sudah melakukan corporate action dengan menerbitan obligasi. Pelunasan utang juga akan bersumber dari kas internal,” kata dia.

Berdasarkan laporan keuangan ATIC pada Kuartal III-2018, perseroan mencatatkan rugi akibat selisih kurs sebesar Rp16 miliar, sehingga laba neto periode berjalan menjadi Rp17 miliar atau menurun 51 persen (year-on-year). Padahal, penjualan neto naik sebesar 19 persen menjadi Rp3,73 triliun.

Sementara itu, pada Kuartal III-2018, total liabilitas ATIC sebesar Rp3,06 triliun atau meningkat 25 persen (yoy). Peningkatan utang ini karena adanya tambahan fasilitas pinjaman terkait kebutuhan modal kerja dan utang obligasi sebesar Rp551 miliar.

Sedangkan, total ekuitas ATIC pada Kuartal III-2018 tercatat sebesar Rp784 miliar atau menurun 2 persen (yoy). Sehingga, total aset perseroan per akhir September 2018 sebesar Rp3,85 triliun atau meningkat 18 persen.

(mys/JPC)

Sri Mulyani Cerita Kilas Balik Krisis 2008 Lalu Dalam Rapat G20

JawaPos.com – Krisis global 2008 masih berbekas dalam ingatan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ia menyebut setidaknya, kini sudah  sepuluh tahun sejak G20 Leaders dibentuk pada tahun 2008, guna meminimalisir situasi krisis ekonomi Amerika Serikat dengan bangkrutnya Lehman Brothers dan perusahaan asuransi dunia AIG yang memicu kepanikan dan krisis keuangan seluruh dunia.

Sebagai Menteri Keuangan pada masa itu, dirinya melihat jatuhnya perekonomian Amerika Serikat menjalar ke Eropa yang menimbulkan kepanikan global. Semua negara di dunia berupaya melindungi perekonomiannya, melalui berbagai kebijakan yang tidak bisa (luar biasa).

“Bank Sentral Amerika Serikat (Fed) menurunkan suku bunga secara drastis dari di atas 5 persen menjadi mendekati nol persen, dan masih ditambah dengan Quantitative easing – injeksi likuiditas melalui pembelian surat berharga,” ujarnya seperti ditulis di Facebooknya, Minggu (2/11).

Sri Mulyani melanjutkan, kemudian pemerintah Amerika melakukan talangan (bail out) ke sektor riel dari perushaan mobil hingga properti dengan pembelian asset macet dan surat berharga. Inggris dan European Union melakukan hal yang sama yaitu melakukan penalangan bank yang gagal untuk menghentikan kepanikan publik dan menginjeksi sektor riel dengab ekspansi fiskal.

“Seluruh negara di dunia mengalami akibat krisis tersebut. Saya ingat semua negara Asean, Australia dan Selandia Baru melakukan kebijakan “blanket guarantee” dengan menjamin penuh sektor perbankan untuk meredakan kepanikan dan ketidakpastian,” tuturnya.

Dalam situasi kepanikan global, Menteri Keuangan Amerika Serikat menelpon Menkeu negara-negara anggota G20, untuk membentuk forum G20 Leaders- tingkat pimpinan negara. Dan mengundang para pimpinan negara untuk bertemu dalam rangka menyelamatkan ekonomi dunia yang mendekati kehancuran.

Dalam pertemuan pertama G20 Leaders 2008 di Washington DC Amerika Serikat dan pertemuan kedua 2009 di London Inggris, para pemimpin dunia menyepakati secara  bersama-sama menyelamatkan ekonomi dunia dari kehancuran dengan kebijakan moneter, fiskal dan mendorong sektor riil untuk mengembalikan stabilitas dan kembali mendorong pertumbuhan ekonomi.

Fokus lain yang sangat penting adalah melakukan reformasi regulasi dan kebijakan sektor perbankan dan keuangan untuk menghindarkan krisis keuangan kembali terjadi.

Pada tahun 2008, lanjutnya, semua pemimpin negara G20 kompak sepakat menyelamatkan ekonomi dunia dengan kebijakan ekonomi satu arah dan saling mendukung, karena mereka percaya bahwa ekonomi global harus dijaga bersama.

Sebagai Menkeu, kata Ani, saat terjadinya krisis ekonomi dunia, Indonesia juga melakukan berbagai langkah startegis di bidang perbankan dan kebijakan fiskal yang supportif untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia untuk tidak terkena imbas negatif keguncangan ekonomi global

“Alhamdulillah, Indonesia dapat melalui dengan selamat dan termasuk dalam kategori sebagian kecil dari negara emerging yang masih memiliki pertumbuhan relatif tinggi dan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga,” imbuhnya.

(mys/JPC)

Rilis Data Inflasi Kawal Ruang Gerak IHSG Awal Pekan Ini

JawaPos.com – Pergerakan pasar saham Indonesia akan dibayangi oleh data inflasi November 2018 yang diperkirakan masih berada dalam kondisi stabil dan terkendali. Hal tersebut akan mendorong Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) untuk berbalik arah menguat di awal Desember ini.

“Rilis data inflasi yang diperkirakan masih dalam kondisi terkendali akan turut memberikan sentimen positif terhadap pola pergerakan IHSG,” kata analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, di Jakarta, Senin (3/12).

Menurutnya, mengawali bulan terakhir 2018, IHSG masih memperlihatkan potensi kenaikan yang semakin besar. “Capital inflow terlihat masih akan terus berlangsung hingga pengujung 2018,” ucap William.

Lebih jauh dia menyatakan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 5.955, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.226. “Hari ini IHSG berpotensi menguat,” papar dia.

Dengan demikian, adanya peluang pembalikan arah menguat pada laju IHSG hari ini, William merekomendasikan sembilan saham yang bisa dimainkan pelaku pasar, yakni:

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
2. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
3. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
4. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
5. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
6. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
7. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
8. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
9. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

(mys/JPC)

Strategi BTN Sambut Pesta Demokrasi 2019

JawaPos.com – Tahun depan atau tepatnya 2019, Indonesia akan menggelar pesta demokrasi. Seluruh masyarakat Indonesia akan menentukan masa depan Tanah Air pada generasi bangsa untuk lima tahun ke depan.

Momen itu, tidak ingin disia-siakan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero). Perseroan sudah melakukan sejumlah persiapan sebagai aksi korporasi dalam menyambut tahun politik di 2019. 

Salah satu strategi yang akan dilakukan BTN adalah dengan  manargetkan pertumbuhan laba perseroan sekitar 16-19 persen pada 2019. Adapun untuk target kredit dan dana pihak ketiga (DPK) BTN menargetkan pertumbuhan sekitar 15 persen. 

Dengan langkah ini perusahaan plat merah ini optimis bakal meningkatkan kapasitas kredit terutama dalam mendukung program pemerintah untuk satu juta rumah.

Direktur Utama BTN Maryono mengungkapkan, target pertumbuhan yang masuk dalam rencana bisnis bank (RBB) tersebut merupakan target konservatif dengan mempertimbangkan beberapa kondisi. Antara lain kenaikan BI 7 Days Repo Rate yang diekspektasikan akan berlanjut, dengan proyeksi 6 persen di akhir 2018 dan 6,50 persen di tahun 2019.

“Target tersebut juga sudah dengan penyesuaian kebutuhan alokasi CKPN untuk persiapan pemenuhan PSAK 71 di tahun 2020,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (3/12).

Selain terkait kondisi sektor ekonomi, Menurut Maryono, target RBB BTN juga disesuaikan dengan adanya Pemilu legisiatif dan presiden yang akan dilakukan serentak pada 2019. Namun dia menilai pengaruh tahun politik sangat kecil terhadap bisnis BTN.

“Kami berharap Pemilu berjalan damai dan lancar sehingga tidak mengganggu iklim bisnis di Indonesia. Pemilu itu bulan April setelah itu akan berjalan seperti biasa. Jadi pengaruhnya kecil tahun politik ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, dengan melihat kondisi tersebut, BTN optimistis tahun 2019 bisa menyalurkan pembiayaan KPR sebanyak 850 ribu unit. Jumlah itu naik 100 ribu unit dibandingkan target tahun ini yang sebesar 750 ribu unit.

Ia menambahkan, untuk mencapai target dalam RBB itu, perseroan telah menetapkan beberapa strategi. Di antaranya memperkuat kontribusi pertumbuhan KPR Subsidi (SSB, FLPP, BP2BT dan TAPERA), meningkatkan pertumbuhan KPR Non Subsidi dengan skema KPR segmen MBR dan ASN, memperkuat peran BTN HFC dan mengembangkan inisiatif yang mendukung pengembangan bisnis developer hunian bersubsidi.

Selain itu, BTN juga akan melakukan streamlined proses penyaluran KPR Subsidi, memperluas aliansi strategis dengan developer di luar pulau Jawa dan mengembangkan model bisnis untuk konsumen mass informal. 

Maryono menuturkan, untuk mendukung capaian tersebut, perseroan akan mengimplementasikan struktur organisasi yang agile, dengan streamline peran Kantor Pusat, Kantor Wilayah dan Kantor Cabang. Kemudian mempercepat proses bisnis (kredit dan pembukaan rekening dana) melalui Roll-Out inisiatif Business Process Improvement (BPI) dan meningkatkan produktivitas tenaga penjual di Kantor Cabang dan Outlet dengan mengimplementasikan inisiatif Branch Activity.

”Harapannya tahun depan kontribusi kami terhadap program sejuta rumah lebih besar lagi,” pungkasnya.

(hap/JPC)

Sri Mulyani Cerita Perbedaan 10 Tahun Forum G20 Lalu Dan Kini

JawaPos.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara soal perekonomian dunia yang kini dinilainya punya tantangan sangat berat untuk kembali stabil. Menurutnya, 10 tahun berlalu, pertemuan G20 di Buenos Aires -Argentina berada dalam suasana yang berbeda. Kekompakan dan kesepakatan bersama saat itu seperti menguap saat ini. Selain pemulihan ekonomi masih belum merata, kebijakan ekonomi antara negara semakin tidak sinkron dan tidak searah.

“Ketegangan akibat kebijakan konfrontasi perdagangan, gejolak nilai tukar di negara emerging, harga komoditas terutama minyak bumi yang naik turun seperti roller coaster, dan persaingan kebijakan pajak yang berlomba saling menurunkan (race to the bottom),” ujarnya dalam facebook, Minggu (2/11).

Menurutnya, ada kemajuan penting dicapai melalui forum G20. Reformasi regulasi sektor keuangan dan perbankan sudah dilakukan yang diharapkan dapat mencegah terjadinya pemupukan resiko berlebihan di sektor keuangan.

Selain itu ada kemajuan penting dalam kerjasama perpajakan antara negara dengan kerjasama memerangi penghindaran pajak melalui Base Erosion Profit Shifting (BEPS) dan Automatic Exchange of Information (AEOI), serta perpajakan ekonomi digital.

“Indonesia memanfaatkan kerjasama ini untuk meningkatkan kepatuhan pajak dan meningkatkan basis pajak terutama pada kelompok “high wealth” yang selama ini mudah memanfaatkan tax haven dan kelonggaran regulasi antar negara,” tuturnya.

Namun, kata Ani, banyak tantangan belum terjawab dan resiko besar masih melingkupi dan membayangi perekonomian dunia. Lonjakan utang di berbagai negara maju dan negara berkembang, juga kenaikan utang korporasi menimbulkan beban dan resiko ekonomi yang nyata.

“Alhamdulillah, Indonesia memiliki tingkat dan rasio utang yang rendah dan terjaga. Kita harus terus menjaga kehati-hatian dalam kebijakan fiskal dan memperdalam sektor keuangan untuk menjaga stabilitas dan menghindari gejolak global,” imbuhnya.

Sri Mulyani menambahkan, Perang dagang antara negara melahirkan keinginan G20 untuk melakukan reformasi multilateral World Trade Organization.

Indonesia harus menyiapkan materi dan posisi yang jelas dan negosiator yang unggul dalam menghadapi era perang dagang bilateral dan melemahnya mekanisme solusi multilateral yang makin kompleks.

Selain itu ancaman dan peluang digital ekonomi terhadap kesempatan dan jenis kerja di masa depan terus menjadi perhatian G20, selain implikasinya terhadap kebijakan kenetagakerjaan, jaring pengaman sosial, dan perpajakan.

“Dunia akan semakin komplek dan globalisasi serta kemajuan teknologi akan memberikan banyak kesempatan untuk maju dan mengejar ketertinggalan, namun juga menyajikan kerumitan dalam mengelola perekonomian dan sosial suatu negara. Indonesia harus makin keras dan cerdas dalam membangun perekonomian kita,” tuturnya.

Fokus Presiden Jokowi untuk membangun kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur adalah benar yaitu untuk pemerataan dan peningkatan produktivitas dan daya kompetisi negara kita. Indonesia tetap perlu membangun kapasitas anak-anak bangsa dalam memahami dan menghadapi globalisasi ekonomi, perubahan teknologi dan dinamika geo-politik yang makin rumit dan menantang.

“Ini tantangan yang harus dihadapi dan dijawab oleh generasi milenial kita. Apakah anda semua bersedia menjawab tantangan ini?,” tandasnya.

(mys/JPC)

Perang Dagang Mereda, Rupiah Menguat 14.245

JawaPos.com – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin menguat karena imbas angin segar dari meredanya perang dagang antara AS-Tiongkok.

Mengutip yahoofinance saat ini rupiah berada di level 14.245. Dollar indeks diperkirakan melemah ke level 96,4-96,6 terhadap mata uang kuat utama dunia lainya.

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail memprediksi, rupiah masih akan terus menguat  dengan memanfaatkan pelemahan dolar Paman Sam.

Menurunya, pelemahan tersebut masih disebabkan dovish-nya pernyataan Powell di New York kemarin terkait tingkat suku bunga AS yang diperkirakan sudah mendekati level netral. 

Pelemahan terhadap dollar indeks tersebut diperkirakan dapat berlanjut selepas pertemuan G-20 yang akan berlangsung pada hari Jumat dan Sabtu antara Presiden Trump dan Xi Jinping lalu dapat menghasilkan solusi atas masalah perang dagang yang tengah berlangsung antara AS-Tiongkok. 

(mys/JPC)

Minim Katalis Positif, Rupiah Masih Akan Bergerak Di 14.500

JawaPos.com – Perdagangan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepertinya akan kembali melemah namun masih dalam level 14.500 an. Diharapkan sentimen negatif dapat lebih berkurang sehingga laju Rupiah tetap bertahan positif. 

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, adanya keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan kebijakan preemptive dan ahead the curve guna menjaga stabilitas ekonomi pada 2019, berpotensi membuat suku bunga semakin meningkat sehingga pelaku pasar cenderung bereaksi negatif meskipun akan positif untuk pergerakan Rupiah. 

“Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.530-14.515,” ujarnya Kamis (29/11).

Selain itu, Reza juga mengatakan, Pergerakan USD yang cenderung menguat jelang pertemuan KTT G-20 Summit yang akan mempertemukan Presiden Xi Jinping dan Presiden Trump berimbas pada pergerakan sejumlah mata uang Asia, termasuk Rupiah yang berbalik melemah. 

“Di sisi lain, sejumlah sentimen positif dari dalam negeri belum cukup mampu mengangkat Rupiah yang dibarengi dengan penguatan USD tersebut,” tututnya.

Meskipun demikian, lanjutnya, komentar The Fed terkait dengan arah suku bunga yang cenderung netral membuat kenaikan USD tertahan sehingga diharapkan dapat direspon positif Rupiah untuk dapat berbalik naik. 

“Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” tandasnya.

(mys/JPC)

The Fed Hati-Hati, Dolar Anjlok dan Rupiah Menguat ke Level 14.387

JawaPos.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sumringah pagi ini menyusul anjloknya dolar yang diterpa sentimen The Fed. Mengutip yahoofinance, rupiah sukses menguat ke level 14.387.

Mengutip laman Reuters, Kepala Federal Reserve Jerome Powell mengatakan suku bunga hanya di bawah netral. Hal tersebut meningkatkan ekspektasi bank sentral lebih dekat ke akhir siklus kenaikan suku bunganya.

“Powell mengatakan tingkat suku bunga, di rentang 2-2,25 persen, saat ini “di bawah” kisaran luas perkiraan netral, yang pada September lalu tercatat 2,5-3,5 persen, demikian laporan Reuters dan Xinhua, di New York, Rabu (28/11) waktu setempat.

Disamping itu, Presiden Donald Trump juga menyatakan frustrasi dengan kenaikan suku bunga Fed karena dapat merugikan perekonomian.

Risalah rapat The Fed 7-8 November, yang dirilis Kamis, akan dicermati untuk indikasi lebih lanjut tentang berapa kali bank sentral Amerika itu kemungkinan menaikkan suku bunga.

Pelaku pasar juga fokus pada KTT G20 di Buenos Aires, akhir pekan ini, di mana Trump dan rekannya dari China, Xi Jinping, dijadwalkan untuk membahas masalah perdagangan yang kontroversial.

Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, turun 0,31 persen menjadi 96,99. Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi USD1,1376 dari USD1,1295, dan pound Inggris meningkat jadi USD1,2834 dari USD1,2733 di sesi

Sebelumnya Dolar Australia menguat ke posisi USD0,7314 dari USD0,7223.
Sementara itu, dolar AS dibeli 113,53 yen, lebih rendah dari 113,78 yen pada sesi sebelumnya. Kurs greenback turun menjadi 0,9930 franc Swiss dari 0,9986 franc Swiss, dan melemah jadi 1,3271 dolar Kanada dari 1,3299 dolar Kanada.

(mys/JPC)

Ajak Generasi Muda, Reliance Gelar Sekolah Pasar Modal di Dua Kampus

JawaPos.com – PT Reliance Sekuritas Indonesia terus menggencarkan edukasi investasi pasar modal kepada generasi muda di berbagai daerah. Pada Selasa (27/11), Reliance bekerjasasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Universitas Darul Ulum Jombang, mengadakan Sekolah Pasar Modal (SPM).

Branch Manager Reliance Surabaya Gubeng, Samsuri, menjelaskan, SPM merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk mengedukasi publik seputar pasar modal. Masyarakat umum, hingga mahasiswa mengikuti acara tersebut.

Tercatat, ada 40 peserta yang hadir. Materi pasar modal disampaikan oleh perwakilan BEI dan Reliance. Materi meliputi perkembangan pasar modal, dan juga peluang mendapatkan return dengan berinvestasi di pasar modal.

“Acara digelar untuk memberi pemahaman mengenai pemahaman seputar pasar modal, juga memberi wawasan mengenai peluang investasi pasar modal. Sekaligus, di acara itu, ada sesi untuk membuka account dan transaksi. Reliance juga memberi informasi sejumlah produk lain milik holding, yakni Reliance Capital Management (RCM),” ujar Samsuri di Jakarta, Kamis (29/11).

Dia menjelaskan, acara tersebut, merupakan agenda rutin Reliance dengan BEI. Juga, sebagai komitmen Reliance untuk terus memberi pemahaman pasar modal kepada masyarakat. Apalagi, masyarakat di Surabaya selama ini juga antusias dengan berbagai pilihan investasi terutama saham.

Selain di Universitas Darul Ulum, Reliance juga menggelar Sekolah Pasar Modal (SPM) di kampus Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta (APP). Tercatat 50 mahasiswa mengikuti SPM.

“Master Mind Trader dan RELI, bersama-sama menyampaikan meteri mengenai pengenalan produk pasar modal, dan cara prosedur berinvestasi di pasar modal,” ucap Head of Branch Coordinator Reliance N.Mangachendrayani.

Acara SPM di kampus APP Jakarta, diadakan rutin setiap bulan. Tujuan utamanya,
memberi pemahaman mendasar mengenai Investasi di pasar modal. Sehingga mahasiswa, maupun masyarakat, mampu menentukan dan memanfaatkan lembaga dan produk layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

“Kami senang, semua peserta tertarik dengan berbagai produk RELI, bahkan cukup banyak yang langsung melakukan Pembukaan Rekening Efek Reliance,” katanya.

Reliance secara konsisten, mengajak generasi muda, untuk berinvestasi. Karena itu, Reliance terus melakukan sosialisasi secara berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak agar pemahaman tentang literasi pasar modal kepada masyarakat dapat terus berkembang.

Di sisi lain, usia muda merupakan waktu paling tepat untuk mulai mengalokasikan uang dalam skema investasi. Saat belum berkeluarga dan belum ada tanggungan berbagai cicilan, berarti masih ada nominal yang cukup besar yang bisa disisihkan dari penghasilan.

Perencana keuangan pada umumnya menyarankan, pada usia dibawah 30 tahun, sebaiknya seseorang agresif mencari instrumen investasi yang berisiko tinggi, dan menawarkan return tinggi, seperti saham. Barulah kelak 5 tahun menjelang pensiun, seseorang harus lebih berhati-hati untuk mencari instrumen investasi yang memiliki nilai risiko rendah, namun tetap menguntungkan.

(srs/JPC)

4 Uang Kertas Ini Kedaluwarsa, Tukar ke Sini Sebelum 30 Desember 2018

JawaPos.com – Per 30 Desember 2018, empat uang kertas yang beredar di masyarakat akan dicabut alias kedaluwarsa. Nantinya, uang tersebut sudah tidak laku alias tak bisa digunakan untuk transaksi lagi. Empat uang tersebut adalah pecahan Rp 10.000 bergambar Cut Nyak Dien, Rp 20.000 bergambar Ki Hajar Dewantara, Rp 50.000 bergambar WR Supratman, dan Rp 100.000 bergambar Bung Karno dan Bung Hatta dengan gambar belakang Gedung MPR.

Dikutip dari web resmi Bank Indonesia, Bank Indonesia memberikan penggantian sebesar nilai nominal kepada masyarakat yang menukarkan uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran sepanjang masih dalam jangka waktu 10 tahun sejak tanggal pencabutan dan masih dapat dikenali keasliannya.

Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.3 Tahun 2004 pada Pasal 23 ayat 4 disebutkan bahwa “hak untuk menuntut penukaran uang yang sudah dicabut, tidak berlaku lagi setelah 10 tahun sejak tanggal pencabutan”.

4 Uang Kertas Ini Kedaluwarsa, Tukar ke Sini Sebelum 30 Desember 2018Infografis uang kerbs yang Sudan kedaluwarsa (Rofiah Darajat/JawaPos.com)

Empat uang kertas itu sudah dicabut sejak 30 Desember 2008. Namun, batas penukarannya sampai 30 Desember 2018 atau 10 tahun sejak tanggal pencabutan. Jika sudah melewati batas penukaran maka uang tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi sebagai alat transaksi yang sah.

Bagi masyarakat yang mau menukarkan uang tersebut, bisa dilakukan di:

Kantor Pusat Bank Indonesia Cq. Departemen Pengelolaan Uang Lobby Gedung C, Komplek Perkantoran BI, Jalan /M.H. Thamrin No. 2 Jakarta Pusat 10350 Telp. 2981 8722, 2981 7297 (hari dan jam kerja). Waktu layanan: Hari Senin s.d. Jumat mulai pukul 09.00-11.30 waktu setempat.

Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPw-DN) Bank Indonesia yang terdekat. Waktu layanan: pada hari-hari tertentu mulai dari pukul 09.00-11.30 waktu setempat.

(ce1/uji/JPC)

Di Forum G20, Indonesia komit Tangani Perubahan Iklim Secara Konsisten

JawaPos.com – Wakil Presiden RI  Muhammad Jusuf Kalla membahas pentingnya memberi perhatian pada isu pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim dalam rapat G20, khususnya membangun kesamaan pandangan antar pemimpin negara.

“Pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim adalah dua isu global yang terkait erat yang perlu diatasi secara bersama-sama,” ujarnya dalam siaran persnya, Minggu (2/12).

Terkait perubahan iklim, JK menyampaikan, sebagai negara kepulaian terbesar di dunia, perubahan iklim sangat terasa dampaknya di Indonesia. JK mengaku senang ketika banyak diskusi dan perundingan di taraf global tentang perdagangan dan pajak karbon. Karena hal itulah yang menjadi salah satu kunci untuk menangani perubahan iklim.

Sayangnya, bagi JK, mekanisme perdagangan karbon belum berjalan efektif.

“Indonesia prihatin dengan fakta bahwa mekanisme dan harga carbon trade masih jauh dari harapan yang dapat secara efektif memberikan insentif bagi reforestasi dan konservasi hutan,” tuturnya.

JK menyebutkan bahwa keberhasilan penanganan isu perubahan iklim inilah yang juga akan mendorong kesuksesan agenda Pembangunan Berlanjutan atau sering kita sebut SDGs.

“Semua aksi mitigasi perubahan iklim, dapat mengakselerasi implementasi SDGs. Hal ini berpengaruh pada keberlanjutan pembangunan kami,” tandasnya.

Dengan demikian, JK menegaskan bahwa Indonesia tidak main-main dalam mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang pro pembangunan berkelanjutan. Sebuah laporan bertajuk Review Sukarela Nasional pertama di tahun 2017 telah membahas upaya Indonesia dalam agenda-agena SDGs.

“Review tersebut telah mengangkat keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperkuat perekonomian untuk menciptakan mata pencaharian yang berkelanjutan,” imbuhnya.

JK mengungkapkan bahwa dalam kaitan dua isu utama di atas, Indonesia bangga karena pada titik ini bisa mengangkat sebuah produk finansial bernama Green Sukuk Indonesia. Sukuk atau surat utang negara tersebut adalah obligasi syariah pertama di dunia.

Upaya ini dipandang sebagai upaya inovatif untuk mendorong pembangunan yang ‘hijau’, berkelanjutan dan dapat melibatkan berbagai pihak misalnya swasta dan pemerintah.

“Inovasi (Green Sukuk) ini bertujuan untuk mengangkat pendanaan swasta untuk pembangunan hijau dan berkelanjutan, sekaligus menempatkan perekonomian Indonesia di jalur menuju pembangunan rendah karbon dan tahan perubahan iklim,” tutupnya.

(mys/JPC)

Sindir Prabowo Soal Impor Pangan, Luhut: Negara Kita Enggak Miskin

JawaPos.com – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyebut utang Indonesia selama ini hanya digunakan untuk impor pangan. Hal itu tidak sejalan dengan kondisi sumber daya alam (SDA) Indonesia yang dianggap melimpah.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa ucapan tersebut tidak sesuai dengan data. Selain itu, Indonesia juga bukan negara miskin yang mengandalkan utang untuk pembiayaan impor.

“Kamu kan bisa lihat datanya. Negara kita nggak miskin,” ujarnya di Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Jumat (30/11).

Sindir Prabowo Soal Impor Pangan, Luhut: Negara Kita Enggak MiskinCalon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (Dok. JawaPos.com)

Lebih lanjut, Luhut menegaskan, Indonesia tidak memiliki masalah terkait pembiayaan impor. Apalagi pada tahun ini penerimaan pajak juga meningkat.

“Mereka itu pura-pura nggak tahu itu, penerimaan pajak kita meningkat. Nggak ada masalah financing,” ungkapnya.

Bahkan, Luhut mengutip pernyataan dari International Monetary Fund (IMF) soal pengelolaan utang Indonesia yang dinilai baik. “Orang IMF bilang, financing (pengelolaan keuangan) kita baik kok. Kita salah satu utang yang paling rendah di dunia,” tandasnya.

(ce1/hap/JPC)

BTN Targetkan Kredit Tumbuh 19 Persen di 2019

JawaPos.com – Belum pulihnya perekonomian global yang berdampak ke perekonomian di dalam negeri dan kondisi suhu politik yang diprediksi akan memanas jelang pemilihan presiden diperkirakan tidak berpengaruh besar terhadap sektor properti.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) optimitis pertumbuhan kredit tahun depan bisa tumbuh di kisaran 16-19 persen tahun depan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sekitar 15 persen.

Direktur Utama BTN Maryono mengungkapkan, target pertumbuhan yang masuk dalam rencana bisnis bank (RBB) tersebut merupakan target konservatif dengan mempertimbangkan beberapa kondisi.

“Pertumbuhan itu sudah memperhitungan berbagai kemungkinan yang terjadi, seperti tingkat bunga dan kondisi perekonomian dunia yang belum pulih benar,” ujar Maryono dalam media gathering Bank Tabungan Negara di Semarang, Jumat (30/11).

Kenaikan suku bunga acuan BI yang telah terjadi sebanyak 6 kali menjadi 6 persen dari sebelumny sebesar 4,25 persen diperkirakan masih akan berlanjut tahun depan. “Kita proyeksikan BI 7 Days Repo Rate yang ad diposisi akhir 2018 sebesar 6 persen pada tahun depan jadi 6,5 persen,” imbuh Maryono.

Maryono menambahkan, target RBB BTN juga disesuaikan dengan adanya Pemilu legisiatif dan presiden yang akan dilakukan serentak pada 2019. Namun dia menilai pengaruh tahun politik sangat kecil terhadap bisnis BTN.

“Kami berharap Pemilu berjalan damai dan lancar sehingga tidak mengganggu iklim bisnis di Indonesia. Pemilu itu bulan April setelah itu akan berjalan seperti biasa. Jadi pengaruhnya kecil tahun politik ini,” tegasnya.

Menurut Maryono dengan melihat kondisi tersebut, BTN optimistis tahun 2019 bisa menyalurkan pembiayaan KPR sebanyak 850.000 unit. Jumlah itu naik 100.000 unit dibandingkan target tahun ini yang sebesar 750.000 unit.

Lebih lanjut Maryono menuturkan, untuk mencapai target dalam RBB itu, perseroan telah menetapkan beberapa strategi. Di antaranya memperkuat kontribusi pertumbuhan KPR Subsidi (SSB, FLPP, BP2BT dan TAPERA), meningkatkan pertumbuhan KPR Non Subsidi dengan skema KPR segmen MBR dan ASN, memperkuat peran BTN HFC dan mengembangkan inisiatif yang mendukung pengembangan bisnis developer hunian bersubsidi.

Selain itu, BTN juga akan melakukan streamlined proses penyaluran KPR Subsidi, memperluas aliansi strategis dengan developer di luar pulau Jawa dan mengembangkan model bisnis untuk konsumen mass informal.

”Harapannya tahun depan kontribusi kami terhadap program sejuta rumah lebih besar lagi,” jelasnya.

(ask/JPC)

Begini Gaya Sri Mulyani Yakinkan Investor Asing di Forum G20

JawaPos.com – Indonesia telah menyiapkan beberapa strategi guna menarik investasi jangka panjang yang berkelanjutan. Strategi ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sesi diskusi panel Investor Forum yang diselenggarakan dalam rangkaian Forum G20 di Buenos Aires, Argentina hari ini.

Ia mengungkapkan, strategi pertama Indonesia adalah merancang kebijakan publik secara baik dan stabil agar terdapat kepastian hukum dan investasi. Yang kedua, pemerintah harus dapat menjadi institusi publik yang dipercaya (trusted) dengan reputasi yang baik. Yang ketiga, Pemerintah harus memiliki dan menguasai risiko politik yang sering terjadi di negara berkembang.

“Melalui ketiga hal tersebut di atas, Pemerintah Indonesia dapat merancang instrumen dan kebutuhan atas Public Private Partnership (PPP) untuk memenuhi kebutuhan atas pembiayaan infrastruktur. Negara emerging market bisa mereplikasi apa yang sudah dilakukan Indonesia dengan berbagai inovasi tersebut,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (30/11).

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani mengatakan bahwa perekonomian Indonesia dalam keadaan baik dan menarik untuk investasi. Pertumbuhan ekonomi stabil pada level 5,08 persen pada triwulan III-2018, outlook inflasi selama tahun 2018 di bawah 3,5 persen, dan tren investasi meningkat dan memberikan imbas positif pada perekonomian.

“Namun demikian, Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan dan risiko global karena adanya peningkatan tensi perang dagang dan pengetatan likuiditas,” kata dia.

Selain itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyampaikan, Indonesia telah menyiapkan serangkaian strategi untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan kompetisi untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Beberapa hal yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan investasi, dilakukan dengan mengeluarkan 16 paket kebijakan ekonomi, termasuk penyederhanaan izin perusahaan melalui online single window untuk investasi, dan memperluas pemberian insentif fiskal melalui tax holiday dan tax allowance.

“Dalam menarik investor, pemerintah melakukan deregulasi aturan untuk mendorong pembangunan infrastruktur seperti penjaminan pinjaman kepada BUMN untuk menangani proyek infrastruktur, akselerasi pengadaan tanah dan pembayaran untuk masyarakat yang terdampak, serta berbagai paket kebijakan untuk memperkuat tingkat keyakinan pemilik modal untuk menginvestasikan dana ke Indonesia,” pungkasnya.

(hap/JPC)

Sejak Awal Berdiri, SMF Salurkan KPR Hingga Rp 45,34 Triliun

JawaPos.com – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan. Melalui berbagai inisiatif produk atau program serta peningkatan kinerja yang telah direalisasikan hingga Oktober ini. 

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengatakan, melalui kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan, sejak awal berdirinya, SMF telah mengalirkan dana ke Penyalur KPR sampai dengan 31 Oktober 2018 kumulatif mencapai Rp 45,34 triliun. 

Terdiri dari sekuritisasi sebesar Rp 10,16 triliun dan penyaluran pinjaman Rp 35,18 triliun. Dimana dana yang telah dialirkan tersebut telah membiayai 753 ribu debitur dari Aceh hingga Papua. 

“Untuk transaksi sekuritisasi, Sejak 2009 sampai dengan 2018 ini, SMF telah memfasilitasi 12 kali transaksi sekuritisasi. Sedangkan, untuk kerjasama pembiayaan, SMF telah bekerjasama dengan Bank Umum, Bank Syariah, Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan Perusahaan Pembiayaan,” katanya, dalam konferensi pers di D’Omah Hotel, Kabupaten Bantul, Jumat (30/11). 

Untuk penerbitan surat utang, sejak 2009 sampai dengan saat ini telah melakukan 33 kali penerbitan surat utang dengan total nilai Rp 24.77 triliun.

Dalam memperkuat perannya sebagai SMV dan fiscal tools Pemerintah, SMF juga aktif melakukan inisiasi beberapa produk/program, diantaranya yaitu pembiayaan perumahan di daerah yang terdampak bencana (Program KPR SMF Paska Bencana). Kemudian, program penurunan beban fiskal, program pembiayaan homestay di empat destinasi wisata, dan program pembangunan rumah di daerah kumuh di 32 kota.

Pada inisiasi pertama, yakni Program Penurunan Beban Fiskal direalisasikan melalui pemberian dukungan kepada Pemerintah dalam program KPR FLPP. SMF berperan dalam mengurangi beban fiskal Pemerintah dengan membiayai porsi 25% pendanaan KPR FLPP. Sehingga Pemerintah hanya menyediakan 75 persen dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90 persen.

Dengan adanya dukungan SMF, jumlah rumah yang akan dibiayai meningkat. Dari semula 60.000 unit menjadi 72.000. Sekaligus memberikan dampak positif yaitu  semakin banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memperoleh fasilitas KPR FLPP.

Disamping adanya penyerapan tenaga kerja dari pembangunan rumah yang berujung pada terciptanya multiplier effect. 
Program kedua, yaitu Program Pembiayan Homestay di destinasi wisata. Program ini 
merupakan program yang ditujukan untuk mendukung program Kementerian Pariwisata. SMF bekerjasama dengan BUMDes sebagai lembaga penyalur dan Pokdarwis (kelompok sadar wisata). 

(dho/JPC)

OJK : Perbankan Siap Terapkan Kelanjutan Standar Basel III

JawaPos.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso menyatakan perbankan nasional berada dalam kondisi yang bagus dan siap menerapkan kelanjutan standar Basel III. Penerapan kelanjutan Basel III beberapa hal akan disesuaikan dengan kondisi perbankan nasional secara proporsional.

“Kita siap menerapkan kelanjutan standar Basel III. Perbankan kita saat ini well capitalized dengan CAR mencapai 23 persen dan didominasi oleh modal inti,” ujarnya dalam siaran persnya, Jumat (30/11).

Tidak seperti pada Basel I dan II yang diterapkan di seluruh bank umum, penerapan standar Basel III ini hanya diterapkan pada golongan bank tertentu, khususnya Bank BUKU 4, BUKU 3 dan Bank Asing. Disamping itu, Wimboh juga mengatakan, inovasi keuangan harus tetap didorong karena bermanfaat untuk membuka akses keuangan bagi masyarakat.

“Apalagi untuk kondisi Indonesia yang memiliki 260 juta penduduk yang tersebar di sekitar 17.000 pulau,” tuturnya.

Namun, Indonesia juga telah menyiapkan payung regulasi untuk memitigasi risiko yang mungkin muncul seperti cyber risk, pencucian uang dan pendanaan teroris serta mengedepankan market conduct yang memadai untuk melindungi konsumen.

(mys/JPC)

Menutup November, IHSG Berpotensi Menguat

JawaPos.com- Pasar saham Indonesia diperkirakan melanjutkan proses penguatan, ditopang aliran modal asing (capital inflow) di akhir pekan dan penutupan November tahun ini. Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, mengatakan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  berpelung menguat dan hanya menyisakan 20 hari perdagangan untuk ini. “Pada bulan ini terlihat IHSG masih terus berusaha naik di tengah capital inflow yang terus mengalir,” kata William, di Jakarta, Jumat (30/11). Selain itu, kata dia, pola penguatan IHSG juga didukung oleh stabilitas fundamental perekonomian domestik, sehingga tingkat kepercayaan investor dapat terjaga dengan baik. Lebih jauh dia menyatakan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 5.868, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.123. “Hari ini IHSG berpotensi naik,” ujarnya. Di tengah pergerakan IHSG yang berpeluang melanjutkan penguatan pada akhir bulan ini, William merekomendasikan sembilan saham yang bisa dicermati pelaku pasar, yakni: 1. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) 2. PT PP Properti Tbk (PPRO) 3. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) 4. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) 5. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) 6. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) 7. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 8. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 9. PT Bank Jatim Tbk (BJTM). 

(mys/JPC)

Pertemuan Trump dan Xi Jin Ping di G20 Bantu Penguatan Rupiah

JawaPos.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) di akhir bulan ini masih ada ruang untuk melanjutkan perjalanannya di zona hijau seiring masih adanya sentimen positif dari dalam negeri.

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, meskipun demikian, kenaikan tersebut juga akan dibarengi dengan perkiraan kembali meningkatnya USD jelang pertemuan G20 Summit yang akan mempertemukan antara Presiden Xi dan Presiden Trump untuk membahas kesepakatan dagang diantara keduanya.

“Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.385-14.370,” ujarnya Jumat (30/11).

Reza menjelaskan, laju Rupiah mampu kembali mengalami kenaikan setelah merespon pergerakan USD yang melandai. Adanya komentar The Fed terkait dengan arah suku bunga yang cenderung netral membuat kenaikan USD tertahan sehingga memberikan kesempatan pada Rupiah untuk berbalik menguat.

Di sisi lain, lanjutnya, masih adanya imbas dari pernyataan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo yang menyampaikan bahwa prospek ekonomi Indonesia akan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 diperkirakan tetap meningkat hingga mencapai kisaran 5,0-5,4 persen. Inflasi 2019 tetap terkendali pada kisaran sasaran 3,5+1 persen hingga harapan optimisme lainnya turut menambah sentimen positif pada Rupiah.

“Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” tandasnya.

(mys/JPC)

Komentar Bos The Fed Picu Dolar Turun Tahta, Rupiah Makin Kuat

JawaPos.com – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih terkena imbas angin segar dari  pernyataan Ketua Dewan Gubernur Jerome Powell yang bernada dovish sangat membebani Dolar AS.

Mengutip yahoofinance, saat ini Rupiah masih menguat di level 14.350 per dolar AS.

Analis pasar uang Forex Time Lukman Otunuga menyampaikan, komentar Powell yang mengatakan suku bunga sedikit di bawah ekspektasi rentang netral kemungkinan besar memicu spekulasi bahwa Fed akan menghentikan dulu kenaikan suku bunga di tahun depan. 

“Ekspektasi investor mengenai kenaikan suku bunga setelah Desember menurun, sehingga Dolar mengalami penurunan lebih lanjut di jangka pendek,” ujarnya Jumat (30/11).

Menurutnya, berkurangnya kekhawatiran mengenai arus keluar modal karena Dolar yang melemah adalah perkembangan positif bagi negara berkembang. Mata uang pasar berkembang termasuk Rupiah akan paling diuntungkan oleh depresiasi Dolar kedepannya.

“Dari aspek teknikal, USDIDR bergerak kembali menuju 14300 karena Dolar melemah.

Lukman menegaskan, saat ini Dolar turun tahta sejak Rabu kemarin karena komentar dovish dari Powell memicu investor untuk mengevaluasi kembali ekspektasi kenaikan suku bunga.

 “Perlu diperhatikan bahwa salah satu penggerak utama di balik apresiasi Dolar yang fantastis dalam beberapa bulan terakhir adalah spekulasi kenaikan suku bunga. Investor kini hanya memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga lagi di 2019, sehingga bulls terancam kehilangan kehebatannya,” tuturnya.

Perhatian investor akan tertuju pada hasil rapat Fed yang kemungkinan besar mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga di bulan Desember. Hasil rapat ini akan sangat diperhatikan untuk mencari isyarat lebih lanjut seputar rencana kenaikan suku bunga Fed di tahun 2019. 

“Apabila hasil rapat bernuansa dovish seperti pernyataan Powell, maka Dolar mungkin dalam masalah,” tandasnya.

(mys/JPC)

4 Uang Kertas Ini Kedaluwarsa, Tukar Kesini Sebelum 30 Desember 2018

JawaPos.com – Per 30 Desember 2018, empat uang kertas yang beredar di masyarakat akan dicabut alias kadaluwarsa. Nantinya, uang tersebut sudah tidak laku alias tak bisa digunakan untuk transaksi lagi. Empat uang tersebut adalah pecahan Rp10.000 bergambar Cut Nyak Dien, Rp20.000 bergambar Ki Hajar Dewantara, Rp50.000 bergambar WR Supratman dan Rp100.000 bergambar Bung Karno dan Bung Hatta dengan gambar belakang Gedung MPR.

Dikutip dari web resmi Bank Indonesia, Bank Indonesia memberikan penggantian sebesar nilai nominal kepada masyarakat yang menukarkan uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran sepanjang masih dalam jangka waktu 10 tahun sejak tanggal pencabutan dan masih dapat dikenali keasliannya.

Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.3 Tahun 2004 pada pasal 23 ayat 4 disebutkan bahwa “hak untuk menuntut penukaran uang yang sudah dicabut, tidak berlaku lagi setelah 10 tahun sejak tanggal pencabutan”.

Empat uang kertas itu sudah dicabut sejak 30 Desember 2008. Namun, batas penukarannya sampai 30 Desember 2018atau 10 tahun sejak tanggal pencabutan. Jika sudah melewati batas penukaran maka uanh tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi sebagai alat transaksi yang sah.

Bagi masyarakat yang mau menukar, bisa melalui:

Penukaran di Bank Indonesia dilakukan di:

Kantor Pusat Bank Indonesia Cq. Departemen Pengelolaan Uang  Lobby Gedung C, Komplek Perkantoran BI Jl. M.H. Thamrin No. 2 Jakarta Pusat 10350 Telp. 2981 8722, 2981 7297 (hari dan jam kerja). Waktu layanan: Hari Senin s.d. Jumat mulai pukul 09.00 – 11.30 waktu setempat.

Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPw-DN) Bank Indonesia yang terdekat. Waktu layanan: pada hari-hari tertentu mulai dari pukul 09.00 – 11.30 waktu setempat.

(uji/JPC)

Rupiah Makin Perkasa, Kini Tembus Rp 14.295 per USD

JawaPos.com – Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin menguat dengan memanfaatkan pelemahan dolar Paman Sam. Mengutip yahoofinance, saat ini rupiah berada di level Rp 14.295 per USD.

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan indeks dolar masih diperkirakan melemah ke level 96,4-96,6 terhadap mata uang kuat utama dunia lainya.

“Indeks dollar melemah rupiah diperkirakan bergerak menguat. Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp 14.300-14.370 per USD,” ujarnya Jumat (30/11).

Menurutnya, pelemahan dolar masih disebabkan oleh dovishnya pernyataan Gubernur The Fed terkait tingkat suku bunga AS yang diperkirakan sudah mendekati level netral.

Selain itu, pelemahan terhadap dolar indeks tersebut diperkirakan dapat berlanjut jika pertemuan G-20 yang akan berlangsung pada hari Jumat dan Sabtu antara Presiden Trump dan Xi Jinping dapat menghasilkan solusi atas masalah perang dagang yang tengah berlangsung antara AS-Tiongkok.

(mys/JPC)