Capai Rp 5.397 T, Pemerintah Tak Tambah Utang Baru di Desember 2018

JawaPos.com – Pemerintah memastikan bakal menghentikan penarikan utang baru di Desember 2018. Hal ini untuk mengurangi beban kewajiban negara karena adanya utang baru.

“Desember sudah close penarikan utang,” ujar Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani di Nusa Dua, Bali, Rabu (5/12).

Menurutnya, tumbuhnya penerimaan pajak mencapai 16-17 persen menjadi salah satu aspek mampunya pemerintah tak lagi berutang di penghujung tahun. Penghentian penarikan utang baru ini, berdampak pada perkiraan defisit tahun ini yang di bawah 2 persen dari pendapatan domestik bruto. 

“Sejak 2013 kita selalu di atas 2 persen. Diperkirakan 2018 bisa 1,9 persen,” katanya.

Askolani berharap meningkatnya kualitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang ditunjukkan dengan optimalnya total penerimaan dan belanja serta menurunnya defisit, membuat peringkat utang Indonesia semakin baik.

“Meningkatnya rating Indonesia tentunya membuat biaya saat menarik utang ke depan menurun,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) kembali mengumumkan Utang Luar Negeri Indonesia baik pemerintah maupun swasta. Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan III-2018 sebesar USD 359,8 miliar atau sebesar Rp 5.397 triliun (kurs Rp 15.000).

ULN itu terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD 179,2 miliar, serta utang swasta termasuk BUMN sebesar USD 180,6 miliar.

(srs/JPC)