BTN Targetkan Kredit Tumbuh 19 Persen di 2019

JawaPos.com – Belum pulihnya perekonomian global yang berdampak ke perekonomian di dalam negeri dan kondisi suhu politik yang diprediksi akan memanas jelang pemilihan presiden diperkirakan tidak berpengaruh besar terhadap sektor properti.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) optimitis pertumbuhan kredit tahun depan bisa tumbuh di kisaran 16-19 persen tahun depan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sekitar 15 persen.

Direktur Utama BTN Maryono mengungkapkan, target pertumbuhan yang masuk dalam rencana bisnis bank (RBB) tersebut merupakan target konservatif dengan mempertimbangkan beberapa kondisi.

“Pertumbuhan itu sudah memperhitungan berbagai kemungkinan yang terjadi, seperti tingkat bunga dan kondisi perekonomian dunia yang belum pulih benar,” ujar Maryono dalam media gathering Bank Tabungan Negara di Semarang, Jumat (30/11).

Kenaikan suku bunga acuan BI yang telah terjadi sebanyak 6 kali menjadi 6 persen dari sebelumny sebesar 4,25 persen diperkirakan masih akan berlanjut tahun depan. “Kita proyeksikan BI 7 Days Repo Rate yang ad diposisi akhir 2018 sebesar 6 persen pada tahun depan jadi 6,5 persen,” imbuh Maryono.

Maryono menambahkan, target RBB BTN juga disesuaikan dengan adanya Pemilu legisiatif dan presiden yang akan dilakukan serentak pada 2019. Namun dia menilai pengaruh tahun politik sangat kecil terhadap bisnis BTN.

“Kami berharap Pemilu berjalan damai dan lancar sehingga tidak mengganggu iklim bisnis di Indonesia. Pemilu itu bulan April setelah itu akan berjalan seperti biasa. Jadi pengaruhnya kecil tahun politik ini,” tegasnya.

Menurut Maryono dengan melihat kondisi tersebut, BTN optimistis tahun 2019 bisa menyalurkan pembiayaan KPR sebanyak 850.000 unit. Jumlah itu naik 100.000 unit dibandingkan target tahun ini yang sebesar 750.000 unit.

Lebih lanjut Maryono menuturkan, untuk mencapai target dalam RBB itu, perseroan telah menetapkan beberapa strategi. Di antaranya memperkuat kontribusi pertumbuhan KPR Subsidi (SSB, FLPP, BP2BT dan TAPERA), meningkatkan pertumbuhan KPR Non Subsidi dengan skema KPR segmen MBR dan ASN, memperkuat peran BTN HFC dan mengembangkan inisiatif yang mendukung pengembangan bisnis developer hunian bersubsidi.

Selain itu, BTN juga akan melakukan streamlined proses penyaluran KPR Subsidi, memperluas aliansi strategis dengan developer di luar pulau Jawa dan mengembangkan model bisnis untuk konsumen mass informal.

”Harapannya tahun depan kontribusi kami terhadap program sejuta rumah lebih besar lagi,” jelasnya.

(ask/JPC)